7 PELATIH TIMNAS SEPAKBOLA TERBURUK SEPANJANG MASA

Tidak peduli seberapa berbakat tim anda, tidak peduli seberapa besar pemahaman antara sekelompok pemain dan tidak peduli seberapa percaya diri mereka, jika tanpa seorang pelatih yang baik, mereka tidak akan berhasil. Apabila anda tidak percaya dengan saya maka anda harus melihat Barcelona.

Ketika Pep Guardiola memenangkan 14 trophi bersama tim Catalan selama 4 tahun bertugas sebagai pelatih, para pengkritiknya mengatakan bahwa siapapun bisa menang dengan tim yang berisikan pemain-pemain seperti Lionel Messi, Xavi dan Andres Iniesta. Sejak Pep meninggalkan Barca pada tahun 2012, Blaugrana hanya mencapai puncak gunung musim lalu dan dominasi mereka di La Liga telah memudar.

Untuk lebih memperjelas hal ini, Barcelona berhasil memenangkan 14 piala di bawah asuhan Pep dalam waktu 4 tahun, setelah Pep pergi dan digantikan pelatih baru, mereka hanya memenangkan 4 piala dalam waktu 3 tahun. Demikian juga hal ini juga berlaku bagi pelatih timnas yang terkadang mengasuh tim kelas dunia.

Pada kasus seperti ini, pertandingan sepakbola nyata tidak seperti permainan Football Manager di PC dimana anda hanya mengatur pelatihan rutin, mengambil 11 pemain dan melaksanakan taktik tertentu di dalam permainan. Disini anda harus menjadi pemimpin, mengambil tugas saat timnas memanggil anda, menanamkan filosofi anda didalam timnas, meningkatkan moral dan mengawasi perkembangan pemain baru.

Jika anda seorang pelatih terbaik di level klub yang ingin menapak kakinya ke tingkat internasional, saya ingatkan disini itu adalah permainan yang berbeda karena tidak banyak pelatih yang berhasil di kedua tingkat tersebut. Beberapa pelatih lebih cocok di tingkat timnas dan lainnya lebih cocok dengan klub domestik.

Dan inilah 7 pelatih timnas sepakbola terburuk sepanjang masa, diantaranya adalah:

  1. Hristo Stoichkov


Hristo Stoichkov mungkin dianggap sebagai pesepakbola Bulgaria terbaik sepanjang masa namun ketika ia meniti karir sebagai seorang pelatih, kata terbaik itu tidak pantas dilabelkan pada dirinya. Saat menjadi pesepakbola, ia sudah terkenal akan emosinya yang meledak-ledak dan ketika dirinya ditunjuk sebagai pelatih timnas Bulgaria, ia memiliki banyak sekali perbedaan pribadi dengan anggota timnas lainnya. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah, sang kapten Stiliyan Petrov mengumumkan pada tahun 2006 bahwa dirinya tidak akan bermain untuk timnas selama Stoichkov menjadi pelatih. Ia pun gagal membawa Bulgaria untuk lolos ke ajang Piala Dunia 2006 bersama dengan kualifikasi Euro 2008 sehingga membuat Bulgaria mengundurkan dirinya.

  1. Steve McClaren


Disaat Keven Keegan mempunyai rekor kemenangan terburuk dari setiap pelatih di tanah Inggris, setidaknya dia berhasil membawa Inggris untuk lolos ke ajang Euro 2000. Dan ketika McClaren mengasuh Inggris, ia menempatkan Inggris untuk keluar dari ajang Euro 2008. Tidak hanya itu saja, mereka juga gagal meraih tempat kedua dan bahkan harus kalah dari Kroasia dengan skor tipis 3-2. Akibatnya Inggris gagal lolos ke Euro 2008 yang berarti McClaren adalah pelatih Inggris pertama yang berhasil membuat Inggris tidak masuk dalam kejuaraan Eropa. Setelah peristiwa itu, McClaren dipecat dengan membukukan rekor 9 kemenangan dalam 18 laga.

  1. Kevin Keegan


Meskipun namanya terlihat populer di tanah Inggris, namun selalu muncul keraguan seputar kemampuan dan keberhasilannya Keegan selama melatih Newcastle. ketika Euro 2000 dimulai, tampaknya ajang tersebut akan menjadi sebuah turnamen besar bagi Inggris karena mereka berhasil memimpin dengan skor 2-0 setelah pertandingan baru berjalan 17 menit saat melawan Portugal. Namun berkat penampilan apik Luis Figo, Portugal menang 3-2. Harapan masih ada karena Inggris berhasil mengalahkan Jerman di pertandingan selanjutnya, tetapi bencana datang kala melawan Rumania. Setelah terlebih dahulu memimpin 2-1, Inggris akhirnya kalah dengan skor 3-2 dan mengakhiri impian mereka serta harus mundur di babak penyisihan grup. Keegan akhirnya mengundurkan diri setelah mencetak rekor terburuk dengan membukukan 4 kemenangan dalan 11 laga.

  1. Giovanni Trapattoni


Seperti rekan senegaranya yaitu Fabio Capello, Trapattoni adalah salah satu pelatih tersukses di tingkat klub yang berhasil menyumbangkan banyak gelar di beberapa klub. Memenangkan trofi internasional adalah skenario yang berbeda dan Trapattoni tertantang untuk mengambil alih Italia di era 2000-2004 tetapi gagal untuk mencetak prestasi walaupun timnas tersebut dipenuhi para pemain berbakat sepanjang masa. Pada Piala Dunia 2002, Azzurri harus tersingkir oleh tuan rumah Korea Selatan di babak 16 – salah satu pertandingan yang paling kontroversial dalam sejarah – dan Trapattoni menuduh FIFA. Saat ajang Euro 2004, hasilnya pun sama saja. Mereka hanya mencetak 3 gol dalam 3 laga dan harus mengepak koper setelah kalah di babak penyisihan grup karena selisih gol. Untungnya bagi fans Italia, generasi emas mereka tidak menyerah dan berhasil memenangkan Piala Dunia 2006 setelah kepergian Trapattoni.

  1. Diego Maradona


Jika ada orang yang bisa mengantarkan Argentina ke jalan kemenangan, pastinya semua mata akan tertuju kepada Diego Maradona bukan? Saat Argentina diasuh Maradona, mereka bahkan tidak berhasil lolos ke Piala Dunia 2010. Untungnya bagi Maradona, pihak pers Argentina tidak menghina kinerjanya dan Maradona pun mengatakan kepada media untuk segera menutupi kasus tersebut. Ketika Piala Dunia 2010 dimulai, Maradona melakukan beberapa pilihan yang aneh dan membuktikan kepada media dengan berhasil melibas Korea Selatan, Yunani dan Nigeria serta menang atas Meksiko di putaran babak 16. La Albiceleste pun dituntut untuk melibas para lawan-lawannya. Ketika mereka menghadapi Jerman di perempatan final, mereka harus menelan kekalahan telak dengan skor 4-0. Padahal saat itu Argentina sedang diisi dengan nama-nama bintang dunia seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, Javier Zanetti, Jonas Gutierrez dan Nicolas Otamendi.

  1. Marco Van Basten


Van Basten menunjukkan jika menjadi seorang pesepakbola yang baik tidak berarti akan menjadi pelatih yang baik. Sebagai pelatih timnas Belanda di era 2004 hingga 2008, filosofi Van Basten membawa sedikit keberhasilan atau harapan untuk kesuksesan Belanda di masa depan. Bagian amalnya, ia memberikan pola permainan yang indah bagi Belanda dan ternyata cukup konsisten. Di ajang Piala Dunia 2006, Belanda harus mengaku kalah dari Portugal. Van Basten dikritik karena tidak memainkan striker andalan, Ruud van Nistelrooy dan sebaliknya, Dirk Kuyt yang merupakan striker pilihan Van Basten tidak berhasil mencetak gol satupun di seluruh turnamen. Dalam ajang Euro 2008, Belanda harus satu kelompok dengan negara-negara kuat seperti Italia, Perancis dan Rumania namun mereka berhasil melewati rintangan tersebut. Saat perempatan final di sesi perpanjangan waktu, mereka harus takluk oleh Rusia dengan skor 3-1 dan hasil mengejutkan tersebut menandakan akhir dari karir kepelatihan Van Basten di Belanda.

  1. Fabio Capello


Ia adalah pelatih tersukses di tingkat klub namun sayang ia tidak dapat membawa kesuksesan kala berada di tingkat internasiona. Capello mencoba peruntungannya dengan melatih Inggris pada tahun 2008. Ia pernah membantu Real Madrid memenangkan La Liga pada tahun 2007 sehingga menambah koleksi lemari pialanya yang termasuk beberapa gelar Serie A dan Liga Champions. Namun ketika ia menukangi Inggris untuk tampil di panggung besar Afrika Selatan selama Piala Dunia 2010, mereka bermain jauh dibawah ekspetasi. Di atas kertas, mereka bergabung dalam kelompok yang cukup mudah seperti Amerika Serikat, Slovenia dan Aljazair. Inggris harus masuk ke babak sistem gugur dengan mengoleksi satu kemenangan dan mencetak 2 gol dalam 3 laga di grup. Saat masuk ke dalam sistem gugur, mereka harus takluk dengan Jerman dengan skor telak 4-1 sehingga mengakhiri harapan Inggris untuk menjadi jawara Piala Dunia.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *